Sulit Kah Mendirikan PT ? Ini Prosedur Nya

PT Perorangan merupakan salah satu style PT yang dapat dijadikan kendaraan bagi kesibukan bisnis yang mencukupi syarat-syarat bisnis mikro dan kecil.

Kamu telah mempunyai bisnis dan bermaksud untuk mendirikan PT sehingga tampak lebih profesional dan mempunyai badan hukum. Perusahaan berupa PT banyak dipilih gara-gara statusnya badan hukum sehingga tersedia pembelahan tanggung jawab dan harta pada pemilik perusahaan dan perusahaannya.

Namun syarat mendirikan PT oleh sedikitnya 2 orang dan ada ketentuan modal dasar sedikitnya selama ini dipandang sebagai rintangan bagi pelaku bisnis yang dapat mendirikan PT untuk menyokong bisnisnya. Oleh gara-gara itu melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 perihal Cipta Kerja pemerintah akhirnya sebabkan terobosan yang terlalu mungkin PT didirikan 1 orang (selanjutnya disebut PT perorangan atau PT bisnis mikro dan kecil).

Jika mengalami kesulitan untuk mengurus Pembuatan PT dan perizinan berusaha, kamu dapat menghubungi Tamasolusi untuk solusi terbaik yang legal dan tepat.

Agar tak sekedar menjadi keputusan yang hanya tertulis di kertas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah keputusan pelaksana sehingga kebijakan ini dapat langsung dijalankan. Yang terakhir adalah PP No. 8 No.2021 perihal Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria Untuk Usaha Mikro dan Kecil.

Apa saja prosedur dan syaratnya? Meski pendirinya hanya 1 orang, dapat namun perlu digarisbawahi bahwa PT perorangan statusnya selalu badan hukum sama layaknya PT yang selama ini kami kenal bersama dengan ada sedikitnya 2 pendiri dan pemegang saham (selanjutnya disebut PT biasa).

Status PT perorangan sebagai badan hukum ditegaskan di Pasal 1 PP No.8 Tahun 2021 yang menyebutkan Perseroan Terbatas, yang seterusnya disebut Perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kesibukan bisnis bersama dengan modal dasar yang semuanya terbagi didalam saham atau badan hukum perorangan yang mencukupi syarat-syarat bisnis mikro dan kecil sebagaimana diatur didalam keputusan perundang-undangan perihal bisnis mikro dan kecil.

Kriteria bisnis mikro dan kecil sekarang diatur di PP No.7/2021 perihal Kemudahan, Pelindungan, Dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah.

Di situ kriterianya ditentukan berdasarkan modal bisnis atau penjualan tahunan. Termasuk bisnis mikro kalau mempunyai modal bisnis maksimal Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan area bisnis atau mempunyai hasil penjualan tahunan maksimal Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Sedangkan bisnis kecil ditentukan berdasarkan kepemilikan modal bisnis lebih dari Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) hingga maksimal Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan area bisnis atau mempunyai hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) hingga maksimal Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

Selain itu PP No.8/2021 termasuk telah menggariskan sejumlah keputusan sehingga prosedur, keputusan main, dan syarat mendirikan PT perorangan atau PT bisnis mikro dan kecil menjadi lebih mudah. Berikut ini adalah poin-poinnya:

  1. Tidak Ada Ketentuan Modal Dasar Minimal
    Besaran modalnya ditentukan berdasarkan keinginan dan kebolehan pendirinya. Tapi harap diingat bukan artinya PT bisnis mikro kecil dapat didirikan tanpa modal. Sebab, sehabis PT nya didirikan berlaku ketentuan penempatan dan penyetoran penuh 25% dari modal dasar perseroan dan bukti penyetorannya disampaikan secara elektronik ke Kementerian Hukum dan HAM. Penyampaian bukti setor dilakukan paling lambat 60 hari sehabis pengisian Pernyataan Pendirian. Tidak hanya itu, kamu termasuk perlu perhatikan syarat-syarat modal bisnis di atas gara-gara ketentuan selanjutnya digunakan terhadap kala melakukan pendirian atau pendaftaran kesibukan usaha.
  2. Cukup Mengisi Pernyataan Pendirian PT Perorangan
    Untuk mendirikan PT perorangan atau PT bisnis mikro dan kecil dapat dilakukan tanpa akta notaris. Berbeda bersama dengan keputusan dan praktek yang pada mulanya di mana pendirian PT dimulai bersama dengan pembuatan akta notaris dan pengesahan akta pendirian selanjutnya untuk dapat memperoleh status badan hukum. Di keputusan terakhir ini status badan hukum diperoleh sehabis memperoleh sertifikat pendaftaran secara elektronik.
  3. Cukup Satu Orang Pendiri
    Kalau selama ini kamu kesusahan mendirikan PT untuk keperluan bisnis kamu gara-gara terhalang orang ke-2 yang dapat dijadikan pendiri atau pemegang saham kedua, maka sekarang rintangan itu telah teratasi. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah yang dapat menjadi pendiri untuk PT perorangan sekedar orang dan bukan badan hukum. Kalau pendirinya adalah badan hukum atau pendirinya lebih dari 1 orang maka prosedur dan syaratnya masuk ke pendirian PT biasa.
  4. Tidak Perlu Ada Komisaris di PT Perorangan
    Lagi-lagi gara-gara ini PT perorangan maka kamu sangat yang memiliki, menjalankan, dan mengontrol PT tersebut. Bagaimana bersama dengan tanggung jawabnya? Karena PT perorangan statusnya adalah badan hukum maka tanggung jawab kamu sekedar modal perusahaan. Ini yang membedakan PT perorangan bersama dengan perusahaan perorangan layaknya Usaha Dagang (UD) dan Perusahaan Dagang (PD).
  5. Lokasi Usaha
    Karena UUCK dan keputusan pelaksananya sangat tergantung terhadap Rencana Daerah Tata Ruang (RDTR) maka kalau kamu sudi mendirikan perusahaan berupa PT termasuk PT perorangan perlu perhatikan RDTR masing-masing daerah. Hal ini berdasarkan Pasal 14 ayat (1) UUCK yang perlihatkan bahwa kesesuaian kesibukan penggunaan ruang merupakan kesesuaian rancangan lokasi kesibukan dan/atau usahanya bersama dengan RDTR. Misalnya bagi kamu yang dapat sebabkan PT baik PT biasa atau PT perorangan di lokasi Jakarta kamu dapat mengecek di Jakarta1. Kamu dapat masukkan alamat yang dapat kamu pakai untuk area usaha. Di situ telah diatur proporsi lokasi cocok bersama dengan peruntukannya.

Kode yang diperbolehkan untuk melakukan kesibukan bisnis di lokasi Jakarta di antaranya adalah K1, K2, K3, K4, C1. Kalau lokasi yang kamu menentukan untuk mendirikan PT di Jakarta ternyata bukan berada di kode yang harusnya maka kamu perlu melacak lokasi yang lain. Karena, sehabis urusan pendirian PT selesai kamu perlu lanjut ke proses perizinan bisnis yang diproses melalui proses Online Single Submission (OSS). Sistem OSS telah terintegrasi bersama dengan RDTR DKI Jakarta.

Hubungi Easybiz untuk fasilitas pendirian PT untuk lokasi Jakarta dan semua Indonesia. Easybiz mempunyai fasilitas penyewaan Virtual Office bersama dengan harga terjangkau dan fasilitas lengkap yang dapat digunakan untuk syarat lokasi bisnis baik untuk PT perorangan atau PT biasa

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*