Teknologi Bahan Bangunan Beton

Teknologi Bahan Bangunan Beton
  1. Beton Self Healing

Self-Healing ini bertujuan kalau sejenis bahan mempunyai keistimewaan buat membetulkan keadaan intern, tapi tanpa disertai pertolongan/ suplemen dari elemen luar.

Pada bahan beton biasanya memanfaatkan healing-agent /spora bakteri (autonomous) begitupun autogeneus, yaitu mengoptimalkan metode gabungan. Mekanika kerja Self Healing Concrete bakal kami uraikan lewat desain berikut.

Skema Self-healing (a) autogeneous; (b) autonomous-bakteri; serta (c) autonomous-kasul (Rajczakowska et al, 2019)

Desain di atas menerangkan ikatan kemistri dapat menyertakan dua tahap, yaitu hidrasi terusan dari semen portland serta penciptaan kalsium karbonat (CaCO₃) yg pada finalnya dapat meng-close rekahan beton.

Pada desain (a) serta (c) memanfaatkan pertolongan spora bakteri serta tablet sebagai healing agent yg meng-close rekahan beton.

Skema yg disuguhkan saat teknologi self-healing ialah kalau beton yg break bakal betulin dirinya sendiri lewat fitur intern. Dengan fitur dari diri sendiri ini, maka gak lagi dimestikan faktor atau alat dari luar.

Penerapan beton self-healing ini dapat diperbuat pada beton struktural serta pembangunan pada biasanya. Atau bisa dikombinasikan dengan baja struktural seperti unp 150 yang terkenal multifungsi. Namun, saat riset yg ditekuni Rajczakowska, et al (2019) bertambah mensugestikan pemakaian autogeneus Self-healing sebab bertambah efisien, bertambah irit harga, bertambah safe, serta bertambah mudah buat pembangunan.

2. Fiber Reinforced Polymer

Fiber Reinforced Polymer begitupun Fiber Reinforced Plastic yg seterusnya dinamai FRP merupakan mekanika paduan dari gabungan szamant yg mempunyai harga strength serta modulus tinggi saat polimer yg mempunyai kedapatan pemindahan bobot yg harmonis.

FRP dibakalkan dari kecenderungan fiber pada model tegangan yg berlangsung pada elemen rangkaian bangunan. FRP pada biasanya tersusun dari fiber karbon (Carbon FRP begitupun CFRP) begitupun fiber kaca (Glass FRP begitupun GFRP). Pada desain berikut, memperlihatkan tipe arah fiber FRP.

Fiber Reinforced Polymzamanrah Szamant FRP (Fiber Reinforced Polymer) (Mohr, 2015)

FRP acap digunakan sebagai strengthening buat menambah daya suatu rangkaian sebagaimana fungsi batang wf 150 dalam konstruksi bangunan baja. saat penentuan tipe bahan fiber biasanya bakal kalibrasi standar dengan sifat bahan dari bahan yg bakal diservis. buat harga strength amat tinggi dapat memanfaatkan CFRP.

Penerapan FRP dapat diperbuat pada elemen rangkaian beton bertulang serta rangkaian besi baja. lewat diagram berikut, diuraikan salah satu skema variasi perkukuhan yg dapat diperbuat buat area batangan beton bertulang.

Fiber Reinforced Polymersetting Perkukuhan FRP pada batangan Beton (Monti et al, 2005)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*