Mengungkap fakta rahasia Angka 0 sampai 100 dalam Agama

Rahasia angka 0 sampai 100 menurut islam – Berikut akan diuraikan keterkaitan angka 0 sampai 100 dengan islam.

1.       Angka 0, penemu angka 0 adalah orang islam.
Secara historis, ditemukannya angka 0 pertama kali oleh Muhammad bin Ahmad merupakan sebuah hasil pemikiran mendalam untuk menjawab masalah penghitungan bilangan di masa itu. Menuliskan bilangan dalam jumlah besar, dengan menggunakan angka-angka yang demikian rumit seperti angka Romawi sangatlah sulit. Jumlah bilangan puluhan, ratusan hingga ribuan dalam angka Romawi masih bisa dituliskan dan dihafal bentuknya.

Misalnya, X (10), XX (20), C (100), M (1.000). Namun, bila jumlah bilangan jutaan, milyaran, atau triliunan tentu sangat sulit menuliskannya dalam angka Romawi. Karena itu, penemuan angka 0 ini memiliki arti penting dalam penghitungan dan penulisan bilangan.

Pemikiran Muhammad bin Ahmad tersebut kemudian dilanjutkan oleh Muhammad bin Musa Al Kwarizmy, seorang tokoh penemu perhitungan Al Jabar yang menjadi dasar ilmu pasti, yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780 M. Dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tangent, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulus integral. Karya-karyanya di bidang matematika terdapat dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla.

Hasil karya Al-Khwarizmi inilah yang kemudian menjadi rujukan dan mempengaruhi pemikiran para ilmuwan Eropa, seperti Jacob Florence, serta Leonardo Fibonacci yang kemudian lebih dikenal masyarakt dunia sebagai ahli matematika Al Jabar. Penemuan angka 0 ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dunia karena dengan angka 0 tersebut, kini kita dapat dengan mudah menuliskan jumlah bilangan dari yang terkecil hingga yang tertinggi dengan bantuan angka.

 

Ada sedikit info pembuka nih , khusus nya buat para bettor yang sedang mencari angka jitu melalui angk keberuntungan . Rekomendasi saya silahkan kesini ” result macau ” atau ” data toto macau ”

2.       Angka 1, Allah Maha Esa
Sudah diketahui bahwa Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Ikhlas
Artinya:
(1)    Katakanlah: “Dialah Allah yang Maha Esa”
(2)    Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu
(3)    Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
(4)    Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

3.       Angka 2, dua kalimat syahadat
Dalam agama islam ada yang namanya rukun islam, dan rukun islam yang pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat. Seseorang dikatakan beragama islam jika ia sudah bersaksi dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah.

4.       Angka 3, kata Ibu disebut 3 kali dalam hadits
Seorang ibu merupakan sosok yang sangat dimuliakan dalam islam. Karena begitu berat tugas seorang ibu dalam mengurus anaknya. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anaknya. Bahkan, dalam islam meninggalnya seorang ibu ketika melahirkan anaknya dikatakan mati syahid yakni dijamin masuk syurga. Begitu mulia kedudukan seorang ibu, Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Dimana seorang ibu memiliki tiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki yang seorang ayah tidak memilikinya yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Ada banyak bukti, bahwa berbakti kepada kedua orang tua –dalam wacana Islam- adalah persoalan utama

5.       Angka 4, Kitab-kitab Allah ada 4
Dalam rukun iman yang ketiga yakni iman kepada kitab-kitab Allah. Allah SWT menurunkan firman-Nya kepada para Nabi dan Rasul yaitu:

a.  Kitab Zabur
Zabur adalah nama kitab suci yang diberikan kepada Nabi Dawud as. Zabur berasal dari kata zabara-yazburu-zabran yang berarti menulis. Bahasa yang digunakan Kitab Zabur adalah bahasa Qibti.
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. Anisa 163)
Isi kandungan Kitab Zabur adalah:
Ajaran Tauhid (mengesakan Allah SWT)
Kata-kata hikmah
Nasihat-nasihat kebaikan

b.   Kitab Taurat
Taurat yang dalam bahasa ibrani disebut thora adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa as. Untuk membimbing kaumnya Bani Israil. Jadi Kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani.
Isi kandungan kitab-kitab Taurat
1.      Ajaran Tauhid (mengesakan Allah)
2.       Nasehat-nasehat kebaikan
3.       Hukum-hukum syariah.
4.       Kisah dan sejarah nabi nabi terdahulu.

c. Kitab Injil
Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Binti Maryam. Kitab ini pada intinya berisi ajakan kepada umat Nabi Isa as untuk hidup dengan zuhud yaitu menjahui kerakusan dan ketamakam duniawi. Hal itu bertujuan untuk meluruskan pandangan orang- orang yahudi yang bersifat materialistis Kitab Injil menggunakan bahasa Suryani.
Dia Isa berkata: “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.” (QS. Maryam 30).
Kitab Injil yang ada sekarang berbeda dengan Injil asli yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa as.
Isi yang terkandung dalam kitab Injil:
1.    Ajaran Tauhid (mengesakan Allah SWT)
2.  Hukum-hukum syariah
3.    Nasihat-nasihat kebaikan
4.    Sejarah nabi-nabi terdahulu
d.    Kitab suci Al-Qur’an diturunkan Nabi Muhammad saw.
Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai nabi terakhir, dinamakan Al Quran karena sebagai kitab suci yang wajib dibaca, dipelajari dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik.
Al-Quran adalah kitab terakhir dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Al Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang bertafakur digua hira pada tanggal 17 Ramadan bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 632 M sejak itu, tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai nuzulul quran oleh umat Islam sedunia. Al Quran diturunkan secara berangsur angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Al Quran selalu dijaga kebenaranya oleh Allah SWT diterangkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kamilah Yang menurunkan Al-Quran dan pasti Kami yang memeliharanya (menjaganya) “
Isi kandungan Al-Quran:
1. Akidah (Keyakinan)
2. Syariah (hukum) baik yang berkatan dengan ibadah atau muammalah
3.  Akhlak (etika)
4.  Kisah-kisah umat terdahulu
5.   Berita-berita tentang masa yang kan datang (akherat)
6.   Prinsip dan dasar hukum-hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia.
6.       Angka 5, rukun islam ada 5
Rukun Islam adalah kewajiban pokok paling mendasar yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim dan tidak boleh ditinggalkan.
Rukun islam ada 5 yaitu:
1. Mengucap dua kalimah syahadah.
2. Mendirikan solat.
3. Menunaikan zakat
4. Berpuasa di bulan Ramadhan.
5. Menunaikan haji bagi yang mampu.
7.       Angka 6, rukun iman ada 6.
Rukun iman artinya dasar-dasar atau landasan yang harus diyakini dalam hati oleh setiap muslim dan dibuktikan dalam lisan serta perbuatannya sehari-hari.
Rukun iman ada 6 yaitu:
1)   Iman kepada Allah
2)   Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3)   Iman kepada Kitab-kitab Allah
4)   Iman kepada Rasul-rasul Allah
5)    Iman kepada Hari Akhir
6)    Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk

8.    Angka 7, keterangan dalam Al-Qur’an langit ada 7
“Dialah (Allah), yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 29)

9.       Angka 8, pada tahun 8 hijriyah terjadi Pembebasan Mekkah
Pembebasan Mekkah (Fathu Makkah) merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 masehi tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di mana Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

10.   Angka 9, wali songo
Wali songo berasal dari kata wali dan songo. Wali artinya ulama yang meneruskan penyiaran agama islam kepada umat manusia, sedangkan songo berasal dari bahasa Jawa yang artinya Sembilan. Jadi, wali songo ialah sembilan wali yang memelopori penyebaran agama islam di pulau Jawa dan sekitarnya tepatnya pada abad 15 -16 masehi.
Berikut nama-nama dan asal-usul wali songo:
1)   Maulana Malik Ibrahim berasal dari negeri Arab.
2)   Sunan Ampel, yang waktu kecilnya bernama Raden Rahmat berasal dari Campa daerah Aceh (sekarang Jeumpa).
3)   Sunan Giri disebut juga Raden Paku. Pada waktu mudanya ia bernama Maulana Ainul Yakin.
4)   Sunan Drajat, nama kecilnya ialah Syaripuddin. Ia adalah saudara Sunan Bonang dan Sunan Ampel.
5)   Sunan Bonang, pada mulanya bernama Makhdum Ibrahim, beliau adalah salah satu putra dari Sunan Ampel.
6)   Sunan Kali Jaga, pada waktu mudanya bernama Raden Mashaid.
7)   Sunan Kudus, waktu kecil diberi nama Untung dan sewaktu ia menjadi mubaligh bernama Syekh Ja’far Shadiq.
8)   Sunan Muria nama kecilnya Raden Prawototo. Beliau adalah putra Sunan Kalijaga.
9)   Sunan Gunung Jati, sering disebut Raden Faletehan. Nama Arabnya Fatahillah dan nama yang sebenarnya adalah Syarif Hidayatullah.

11.   Angka 10, jumlah 10 malaikat yang wajib diketahui dalam islam
Angka ini menunjukan jumlah malaikat yang wajib diketahui, yaitu sebagai berikut:
·      Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan rasul.
·      Mikail bertugas membagikan rizki dan menurunkan hujan.
·      Isrofil bertugas meniup sangkakala di hari kiamat sebagai tanda datangnya hari kiamat.
·      Izroil bertugas mencabut nyawa.
·      Munkar bertugas menanyai manusia didalam kubur.
·      Nakir bertugas menanyai manusia didalam kubur.
·      Rakib bertugas mencatat amal baik manusia.
·      Atid bertugas mencatat amal buruk manusia.
·      Malik bertugas menjaga pintu neraka.
·      Ridwan bertugas menjaga pintu surga.

12.   Angka 11, tahun 11 hijrriyah Rasulullah wafat
Dalam tahun kesebelas hijriyah, Rosululloh menyiapkan tentara yang dikepalai oleh Usama bin Zaid, dan beliau menyuruhnya agar berangkat ke Ubna. Tetapi sebelum tentara itu berangkat, beliau telah mulai sakit hingga tidak jadi perjalanan tentara itu.
Ketika sedang sakit, beliau minta izin kepada istri-istrinya agar sakitnya dirawat di rumah Aisyah. mereka mengizinkannya lalu dibawa ke rumah Aisyah. Saat itu kesehatan Rasulullah semakin memburuk beliau menyuruh Abu bakar agar ia sholat dengan orang banyak sebagai imam.
Orang-orang anshar mendengar beliau sakit itu jadi berduka cita lalu berkumpul di masjid. karena berkumpulnya mereka itu, beliau kemudian keluar ke tempat mereka itu dengan berjalan merangkul Ali dan fadlil. Setelah di masjid, beliau duduk di tangga mimbar yang terbawah sambil berkhutbah kepada mereka. kemudian pada hari senin tanggal 13 Robiul awal beliau menemui Tuhannya dengan menutup mata dan pindah ke alam Baqa’.
Sebelum dimakamkan, jenazah beliau menetap di rumahnya sampai malam rabu, sehingga orang-orang Islam selesai memilih Khalifah sebagai pengganti beliau. Setelah selesai kemudian beliau dimandikan dan kemudian dikafani dengan tiga lapis kain. Kemudian orang-orang Islam mensholatinya dengan teratur. Sesudah selesai semuanya, lalu dimakamkan di rumah Aisyah.

13.   Angka 12, tangggal 12 Rabiul Awal Rasulullah dilahirkan
Pada waktu umat manusia berada dalam kegelapan dan suasana jahiliyah, lahirlah seorang bayi pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Mekkah. Bayi yang nantinya akan membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia yang diberi nama Muhammad nama yang sebelumnya belum ada dimanapun juga.  Ibunya beranama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.

14.   Angka 13, pada tahun 13 hijriyah terjadi perang yarmuk
Ketika itu suasana perang berubah, maskas laskar Islam menghadapi kesulitan yang sangat berat, sehingga panglima-panglimanya mengadakan musyawarah untuk mencari jalan keluarnya. Dalam musyawarah itu ‘Amru bin al’Ash menguslkan agar laskar Islam berkumpul pada suatu tempat untuk menghadapi kekuatan Romawi bersama-sama dengan satu pimpinan yaitu Khalid bin Walid. Tempat yang ditunjukkannya yaitu tepi sungai Yarmuk (anak sungai Sei. Yordania) bernama Wakusah, Pendapat ‘Amru binal’Ash ini disetujui oleh Khalifah. Maka berkumpullah di Wakusah 40.000 laskar Islam menghadapi 240.000 tentara Romawi. Dan pertempuran berkecamuk dengan hebatnya.
Pertempuran di Yarmuk ini berakhir dengan kekalahan di pihak Romawi dan sejumlah besar tentaranya terbunuh. Kekalahan ini mematahkan hati Heraklius dan menimbulkan rasa putus asa di kalangan tentaranya. Dan peristiwa ini membuahkan jatuhnya Siria ke tangan bangsa Arab.

15.   Angka 14, pembebasan Madain tahun 14 hijriyah
Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab tahun 14 hijriyah terjadi peristiwa pembebasan Madain. Madain merupakan ibu kota kerajaan persia. “Suatu saat, kaum Muslimin akan menguasai Madain” itulah janji Rasulullah saw., yang diucapkan di depan kaum Muslimin.
Dengan perintah dari Umar bin Khattab, Saad bin AbuWaqas langsung bergerak dari Qadisiyah menuju Madain. Sesampainya di kota Madain, pasukan Muslimin langsung memasuki Istana Putih, tempat Istana Kisra berada. Saad kemudian mengumandangkan Adzan, sebagai bukti kalimat tauhid sudah berada dalam istana itu. Shalat jamaah pun seketika dilakukan kaum Muslimin. Api-api yang menjadi sesembahan orang-orang majusi, telah dipadamkan oleh Saad dan pasukannya. Perang antara pasukan Madain versus kaum Muslimin, akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin. Kemudian kaum Muslimin singgah di Madain selama beberapa bulan, sebelum melanjutkan perjalanan.
Selama di Madain, kaum Muslimin telah menentukan daerah yang akan dikuasai selanjutnya yaitu Kufah dan Bashrah. Sebelum berangkat, telah ditentukan bahwa pemimpin kaum Muslimin saat itu diganti memjadi Salman al-Farisi.

16.   Angka 15, pada tahun 15 hijriyah terjadi pembebasan Homs dan Qansarin
Pada perang ini, komando masih berada ditangan Abu Ubaidah. Sesampainya di kota Homs, kaum Muslimin berhasil menaklukan pasukan yang telah dikirim oleh kaisar Romawi yang bernama Heraklius. Sebagian pasukan Homs terbunuh, begitu juga para pemimpin-pemimpinnya, sedangkan sisanya ditahan. Akhirnya para penduduk dan penguasa Homs meminta berdamai dengan kaum Muslimin.
Setelah menaklukkan Homs, Abu Ubaidah memerintahkan pasukan yang dipimpin Khalid Al-Walid menuju Qansarin. Hanya dengan retorika dan ketegasan Khalid Al-Walid, penduduk Qasarin pun meminta berdamai dengan kaum Muslimin dan mereka bersedia untuk membayar pajak.

17.   Angka 16, tahun 16 Hijriyah terjadi perang Ajnadain dan Cadissia melawan Romawi
Pada masa Umar tahun 16 Hijriyah terjadi perang Ajnadain dan Cadissia melawan Romawi.
Sesudah jatuhnya kota Damaskus ke tangan Islam, maka jatuh pula kota-kota besar di Utara Siria, seperti Aleppo, Homs dan Antiokhia. Jendral Aretion panglima Romawi di Siria, bertahan dengan gigih beserta sisa tentaranya di Ajnadin dekat Baitul Maqdis. Di sana terjadilah pertempuran sengit antara tentara Romawi dan Arab, yang tidak kurang hebatnya dari pertempuran di Yarmuk.
Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan ummat Islam, dan tentara Romawi yang masih tinggal melarikan diri ke Kaisarian dan Baitul Maqdis.

18.   Angka 17, jumlah rokaat sholat wajib 5 waktu sehari semalam
Angka atau bilangan tujuh belas ini menunjukan jumlah rokaat sholat wajib 5 waktu sehari semalam, yaitu:
Sholat shubuh        : 2 rakaat
sholat dzuhur          : 4 rakaat
sholat ashar            : 4 rakaat
sholat maghrib       : 3 rakaat
sholat isya              : 4 rakaat.
Maka, jika dijumlahkan ada 17 rakaat.

19.   Angka 18, tahun 18 hijriyah jatuhnya kota Baitul Maqdis
Pada tahun 18 Hijriyah terjadi peristiwa jatuhnya kota Baitul Maqdis. Laskar Islam kemudian membulatkan niatnya untuk menaklukkan Baitul Maqdis, ibu kota Palestina dan kota suci orang Kristen. Kota ini dikelilingi oleh benteng-benteng yang kuat, dipertahankan oleh pasukan besar tentara pengawal kota dibawah pimpinan Arection sendiri. Empat bulan lamanya orang Arab mengepung kota itu sehingga penduduknya hampir mati kelaparan. Akhirnya keluarlah Patrik kota itu menyatakan kemauannya menyerahkan kota itu dengan syarat kepada Khalifah Umar sendiri. Maka berangkatlah Umar bin Khattab ke Baitul Maqdis menerima penyerahan kota itu serta menegaskan keamanan penduduknya dan kemerdekaan mereka menjalankan agamanya.

Dengan demikian seluruh Syam dan Palestina telah jatuh ke tangan Islam, sesudah mereka berperang mati-matian lebih kurang enam tahun lamanya.

20.   Angka 19, Jumlah huruf hijaiyah dalam lafadz basmallah ada 19 huruf.
Bacaan basmallah selalu ada dalam permulaan surat dalam Al-Quran, kecuali dalam Surat At-Taubah. Kitapun dianjurkan dalam melakukan sesuatu yang baik diawali dengan membaca basmallah. Misalnya ketika akan makan, bekerja, dan lain-lain.
Dalam lafadz basmallah terdapat 19 huruf hijaiyah.

21.   Angka 20, sifat wajib bagi Allah ada 20.
Dalam islam kita mengenal 20 sifat wajib bagi Allah, yaitu sebagai berikut:
1)   Wujud artinya ada
2)   Qidam artinya dahulu
3)   Baqa artinya kekal
4)   Mukholafatul lil hawaditsi artinya bahwa Allah berbeda dengan makhluk-Nya.
5)   Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri
6)   Wahdaniyah artinya esa, satu.
7)   Qudrat artinya berkuasa
8)   Iradat artinya berkehendak
9)   Ilmu artinya mengetahui
10) Hayat artinya hidup
11)  Sama’ artinya mendengar
12)  Bashar artinya melihat
13)  Kalam artinya berfirman
14)  Kaunuhu Qadiran artinya terbukti Allah yang Maha Kuasa dan Mustahil Allah tidak Kuasa.
15)  Kaunuhu Muridan artinya terbukti Allah yang Maha berkehendak dan mustahil Allah tidak                  mempunyai kehendak.
16)  Kaunuhu ‘Aliman artinya terbukti Allah yang Maha Mengetahui dan mustahil Allah yang                    bodoh.
17)  Kaunuhu Khayyan artinya terbukti Allah yang Hidup dan mustahil Allah mati.
18)  Kaunuhu Sami’an artinya terbukti Allah yang Maha Mendengar dan mustahil Allah yang tuli.
19)  Kaunuhu Bashiran artinya artinya terbukti Allah yang Maha Melihat dan mustahil Allah yang              buta.
20)  Kaunuhu Mutakalliman artinya terbukti Allah yang Berfirman, dan mustahil Allah yang bisu.

22.   Angka 21, terjadi perang Nahawand tahun 21 hijriyah.
Pada tahun 21 hiriyah terjadi perang Nahawand. Hal ini disebabkan oleh Berita kesuksesan perang terhadap pembebasan negeri Persia yang terjadi di Nahawand ini telah tersebar luas di banyak daerah. Oleh sebab itu, perang ini disebut sebagai Fathul Futuh (pembuka berbagai kemenangan).
Kisra Yazdayird III tidak bisa mengumpulkan tentaranya dengan cepat, ia memerlukan waktu empat tahun untuk menghimpun kekuatan, maka terkumpullan balatentara yang berjumlah 150.000 orang untuk menghadapi tentara Islam. Pada tahun 21 H. Yazdayird III mengerahkan angkatan perangnya itu dan Khalifah Umar mengirimkan bantuan laskar untuk membantu Sa’ad. Maka terjadilah peperangan yang sanat hebat diantara keduanya di Nahawand. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan di pihak Islam, walaupun orang Persia telah berperang mati-matian membela negaranya. Peperangan ini dikenal dengan sebutan ‘Fathul Futuh’ yang berarti ‘Pembebasan dari segala pembebasan’.

23.   Angka 22, peristiwa jatuhnya kota Iskandariah tahun 22 hijriyah
Setelah kota Alexandria maka sempurnalah tentara Islam menaklukan Mesir, khususnya sebagai daerah di pegunungan maupun di selat. Kemudian, tentara Islam bergerak ke Tripoli dan Barca. Tentara Islam berhasil menaklukan kota-kota tersebut secara damai dan penduduknya membayar pajak. Dan kemudian datanglah perintah Umar agar tentara Islam sebaiknya berdiam diri terlebih dahulu di daerah-daerah Mesir yang telah berhasil ditaklukan sebelumnya.

24.   Angka 23, Jumlah rakaat sholat tarawih ada 20 ditambah sholat witir 3 rakaat.
Dari Yazid Bin Ruman, beliau berkata: “Orang-orang pada masa Umar melakukan Qiyamullail di Bulan Ramadhan dengan 23 rakaat”. (HR. Malik dalam Al-Muwaththo’ hal. 106).

25.   Angka 24, tahun 24 hijriyah Utsman bin Affan dibai’at menjadi khalifah
Pemilihan terhadap Usman tersebut berlangsung pada penguhjung bulan Zulhijjah tahun 23 H/644 M dan diresmikan pada awal muharram 24 H/644 M, dengan dilakukannya pembai’atan kalifah Usman bin Affan oleh seluruh umat muslim.

26.   Angka 25, Rasul yang wajib diketahui ada 25
Dalam rukun iman yang ke 4, yaitu iman kepada rasul-rasul Allah. Nabi dan rasul yang wajib kita ketahui ada 25, yaitu sebagai berikut:
1)      Nabi Adam as
2)      Nabi Idris as
3)      Nabi Nuh as
4)      Nabi Hud as
5)      Nabi Shaleh as
6)      Nabi Ibrahim as
7)      Nabi Luth as
8)      Nabi Ismail as
9)      Nabi Ishaq as
10)  Nabi Yaqub as
11)  Nabi Yusuf as
12)  Nabi Ayyub as
13)  Nabi Syuaib as
14)  Nabi Harun as
15)  Nabi Musa as
16)  Nabi Zulkifli as
17)  Nabi Daud as
18)  Nabi Sulaiman as
19)  Nabi Ilyas as
20)  Nabi Ilyasa as
21)  Nabi Yunus as
22)  Nabi Zakaria as
23)  Nabi Yahya as
24)  Nabi Isa as
25)  Nabi Muhammad saw

27.   Angka 26, pembukuan Al-Qur’an pada tahun 26 hijriyah.
Pada tahun 26 hijriyah kepemimpinan Utsman bin Affan lebih menitikberatkan pada penulisan Al-Quran. Beliau membentuk panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit yang merupakan sekretaris Rasulullah dan seorang penghafal Al-Qur’an. Sebagai anggota kemudian ditunjuk Abdullah bin Zubair, Sa’ad bin Abi Waqash dan Abdurrahman bin Harits. Tim ini kemudian membukukan Al-Qur’an. Pembukuan tersebut dikenal dengan “Mushaf atau Al-Mushaf” yang ditulis sejumlah lima buah. Empat buah dikirim ke daerah-daerah islam, satu disimpan di Madinah dan dipegang oleh khalifah Utsman sendiri. Al-Mushaf yang dipegang oleh khalifah Utsman bin Affan disebut Mushaf Utsman atau Mushaf Al-Iman.

28.   Angka 27, tanggal 27 Rajab terjadi peristiwa isra’ mi’raj.
Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina), berdasarkan firman Allah dalam QS.Al-Isra’ ayat 1:
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “.(Al Isra’:1)
Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.
Peristiwa inilah pertama kali adanya perintah sholat wajib 5 waktu.

29.   Angka 28, tahun 28 hijriyah terjadi perluasan islam daerah-daerah ma’waraan nahri
Perluasan Islam di masa Utsman telah bertambah dengan perluasan ke laut, kaum muslimin telah mempunyai angkatan laut. Kemudian negeri-negeri Armenia dan beberapa bagian thabaristan. Bahkan kemajuan tentara Islam telah sampai dan melampaui sungai jihun (ama daria). Jadi daerah-daerah ma’waraan nahri” (negeri-negeri seberang sungai jihun telah masuk di wilayah Negara Islam. Negeri Harah, Kabul dan Ghazbah di Turkistan telah diduduki kaum muslimin dengan mempergunakan angkatan laut yang dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sofyan tahun 28 H.

30.   Angka 29, tahun 29 hijriyah Utsman mengangkat Abdullah bin Amim bin Kuraiz, sebagai gubernur Bashrah
Di bawah pimpinan Abdullah bin Amir, pasukan Islam berhasil menguasai kota Maru, Sarkhas, dan Kabul pada tahun 31 Hijriyah. Abdullah bin Amir mengirim Al-Ahnaf bin Qais ke Balkha pada tahun 31 H, dan dia berhasil menaklukannya. Akan tetapi Al-Ahnaf tidak berhasil menaklukan kota Khawarizmi

31.   Angka 30, juz dalam Al-Qur’an ada 30.
Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikai jibril secara berangsur-angsur sebagai pedoman hidup umat islam dan membacanya termasuk ibadah. Jumlah juz dalam Al-Qur’an ada 30 juz, terdiri 114 surat.

32.   Angka 31, tahun 31 hijriyah pertempuran “Dzatis Sawari”
Salah satu pertempuran yang penting di laut pada masa Usman ialah pertempuran “Dzatis Sawari” (Pertempuran Tiang Kapal). Pertempuran ini terjadi pada tahun 31 H di laut tengah dekat kota Iskandariyah, antara tentara Romawi di bawah pimpinan kaisar Constantine dengan bala tentara Islam di bawah pinmpinan Abdullah ibnu Abi Sarah, yang menjadi gubernur di Mesir. Pertempuran ini dinamakan Dzatis Sawari karena banyaknya kapal-kapal perang yang ikut dalam peperangan ini. Konon kabarnya kapal-kapal tersebut ada 1000, 200 kepunyaan kaum Muslim dan sisanya adalah kepunyaan bangsa Romawi. Dalam pertempuran ini kaum Muslimin telah berhasil mengalahkan tentara Romawi.

33.   Angka 32, tahun 32 hijriyah Muawiyah berhasil menembus Romawi.

34.   Angka 33, mebaca zikir 33 kali
Bacaan dzikir yang biasa kita baca yaitu masing-masing sebanyak 33 kali. Bacaan dzikir terdiri dari tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

35.   Angka 34, dalam shalat 5 waktu 34 kali sujud.
Banyaknya kita sujud dalam sholat 5 waktu yaitu sebanyak 34 kali. Dalam satu rakaat kita melakukan sujud 2 kali, sedangkan jumlah rakaat sholat wajib sehari semalam ada 17 rakaat. Maka, jumlah rakaat tersebut dikali 2 (dalam 1 rakaat 2 kali sujud) sama dengan 34 kali sujud.
36.   Angka 35, tahun 35 hijriyah khalifah Utsman bin Affan wafat.
Pagi Jum’at 12 Dzulhijjah, 35 H, di saat sebagian besar sahabat menunaikan ibadah haji, pengepungan berlanjut. Hari itu ‘Utsman berpuasa, setelah di malam harinya bertemu Rasulullah, dan dua sahabatnya: Abu Bakar serta ‘Umar, dalam mimpi yang membahagiakan. Di mimpi itu Rasulullah bersabda: “Wahai ‘Utsman, berbukalah bersama kami.” Utsman pun terbangun dengan merasa bahagia dan berpuasa.
Pagi itu Utsman berada di rumah bersama sejumlah sahabat yang terus bersikukuh hendak membela beliau dari kezaliman bughat. Di antara mereka adalah Al-Hasan bin ‘Ali, ‘Abdullah bin Umar, Abdullah bin Az-Zubair, Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah, dan sejumlah sahabat lainnya.

Dengan sangat, Utsman bin ‘Affan meminta mereka untuk keluar dari rumah, menjauhkan diri dari fitnah. Amirul Mukminin melarang para sahabat melakukan pembelaan dengan peperangan. Beliau tidak ingin terjadi pertumpahan darah di tengah-tengah kaum muslimin hanya dengan sebab beliau. Beliau tidak ingin ada sahabat-sahabat lain terbunuh dalam fitnah ini.
Setelah permintaan Utsman yang sangat kepada para sahabat, akhirnya mereka meninggalkan rumah Amirul Mukminin hingga tidak ada yang tersisa kecuali keluarga Utsman termasuk istri beliau, Na’ilah bintu Furafishah.
Amirul Mukminin, Utsman bin ‘Affan tetap di atas wasiat Rasul untuk tidak melepaskan kekhilafahan, baju yang telah Allah pakaikan untuknya. Beliau pun tetap meminta sahabat untuk tidak melakukan perlawanan, mengingat besarnya fitnah dan khawatir darah kaum muslimin tertumpah. Inilah sikap yang terbaik: kesabaran, keyakinan, dan keteguhan di atas petunjuk Rasulullah.
Utsman, beliau duduk bersimpuh di hadapan mushaf. Beliau membacanya dalam keadaan berpuasa di hari itu. Tubuh yang telah tua, rambut yang telah memutih, kulit yang telah mengeriput, usia yang telah dihabiskan untuk Allah, berjihad menegakkan kalimat Allah di muka bumi, kini duduk mentadaburi kalam Rabbul ‘Alamin. Beliau perintahkan untuk membuka pintu rumah dengan harapan para pengepung tidak berbuat sekehendak hati mereka ketika menyaksikan beliau beribadah kepada Allah, membaca Al-Qur’an.
Tetapi mereka ternyata orang yang telah keras hatinya.

 

Dalam suasana pengepungan dan kekacauan, masuklah seseorang hendak membunuh khalifah. Orang ini datang dan menarik jenggot Ustman. Ustman dengan tenang berkata’ “Jangan sentuh jenggotku karena sesungguhnya ayahmu dulu menghormati jenggot ini.” Kemudian pemberontak itu melepaskannya karena dia ingat bahwa bukan hanya ayahnya yang menghormati, tapi juga Rasulullah S.A.W. dan setiap orang menghormati Ustman. Utsman pun berkata mengingatkan: “Wahai fulan, di antara aku dan dirimu ada Kitabullah!”

 

Diapun pergi meninggalkan Utsman, hingga datang orang lain dari bani Sadus. Dan ketika Ustman R.A. melihat nya datang, dia segera mengencangkan tali pengikat celananya, karena dia tidak ingin auratnya terlihat di saat-saat terakhirnya.
Dengan penuh keberingasan, dia cekik leher khalifah yang telah rapuh hingga sesak dada beliau dan terengah-engah nafas beliau, lalu dia tebaskan pedang ke arah Utsman bin ‘Affan. Amirul Mukminin menlindungi diri dari pedang dengan tangannya yang mulia, hingga terputus bercucuran darah. Saat itu Utsman berkata:
“Demi Allah, tangan (yang kau potong ini) adalah tangan pertama yang mencatat surat-surat mufashshal.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*