Film Erotis Jepang Ini Punya Cerita Menarik!

Jepang memang sudah lama kondang sebagai produsen film-film panas, keliru satunya film semi. Kejayaan film semi di Jepang sempat berjalan terhadap th. 1980-an saat film semi di sana kondang bersama dengan sebutan pink film.

1

Meski berisi adegan-adegan erotis, tak artinya seluruh film semi Jepang tidak menarik dari segi kronologis ceritanya, lho!

Kalau kamu sudah 18 th. ke atas, lihat 9 judul film semi Jepang paling baik bersama dengan kronologis cerita menarik yang sudah Popbela rangkum di bawah ini, yuk!

  1. L-DK: Two Loves Under One Roof
    Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul L-DK karya Ayu Watanabe. Mengangkat kisah romantis sepasang anak remaja bernama Aoi Nishimori (Mone Kamishiraishi) dan Shusei Kugayama (Yosuke Sugino). Keduanya yang saling jatuh cinta kemudian mengambil keputusan untuk tinggal bersama dengan secara diam-diam. Namun, suatu hari sepupu Shusei, Reon Kugayama (Ryusei Yokohama) memergoki mereka berdua. Ketiganya kemudian hidup bersama dengan di dalam satu tempat tinggal dan terlibat cinta segitiga.
  2. Otoko nomor Isshou (A Man’s Lifetime)
    Film ini dibintangi oleh dua bintang film Jepang populer, Eikurana Nana dan Toyokawa Etsushi. Otoko nomor Isshou sendiri berkisah mengenai seorang perempuan muda bernama Tsumugi (Eikura Nana) yang bosan bersama dengan kehidupan kota dan ubah ke desa tempat tinggal neneknya. Di sana, ia kemudian bertemu bersama dengan seorang profesor sebuah universitas berumur 52 th. yang masih lajang bernama Jun (Toyokawa Etsushi).

Berjanji tidak dapat jatuh cinta lagi, Tsumugi justru jatuh hati terhadap Jun. Meski memahami umur satu diantara keduanya yang amat jauh, Jun pun perlahan-lahan mulai turut jatuh cinta terhadap Tsumugi. Hubungan Tsumugi dan Jun kemudian menjadi runyam saat Toshio Nakagawa (Mukai Osamu) membeberkan aib Tsumugi yang pernah berselingkuh.

  1. Norwegian Wood
    Film yang sempat masuk di dalam nominasi Oscar untuk Best Foreign Film ini diadaptasi dari novel laris karya Haruki Murakami yang kemudian diangkat ke layar lebar oleh Tran Anh Hung. Film ini berkisah mengenai hubungan sepasang kekasih, Tore Watanabe (Kenichi Matsuyama) dan Midori (Rinko Kikuchi) yang diliputi kebimbangan. Pasalnya, Tore masih terlilit di dalam masa lalunya bersama dengan sang mantan kekasih yang termasuk cinta pertamanya, Naoko.

Hal ini lebih-lebih terus berjalan kendati ia kini menjalin hubungan bersama dengan seorang perempuan bernama Midori. Tore pun dihadapkan bersama dengan pilihan untuk terus terlilit di dalam masa lalunya, atau move on dan mengimbuhkan sepenuh hatinya untuk Midori.

  1. Tokyo Decadence
    Fifty Shades of Grey mungkin adalah keliru satu film berbau sadomasokis yang terpopuler, namun aksi sadomasokis di film Tokyo Decadence dapat dibilang jauh lebih ekstrem.

Ya, Tokyo Decadence berkisah mengenai seorang mahasiswi yang polos dan lugu bernama Ai (Miho Nikaido). Ia kemudian terlilit di dalam kondisi yang kemudian membuatnya menjadi seorang pekerja seks. Sayangnya, ia kemudian termasuk harus mengalami penyiksaan kritis dan beragam aksi sadomasokis yang menyakitkan saat melayani pelanggannya. Di tengah kesedihannya, ia kemudian harus kembali terpuruk saat laki-laki yang dicintainya ternyata sudah menikah.

  1. Sexy Battle Girls
    Film yang tayang terhadap 1986 ini mengangkat kisah mengenai aksi bejat seorang kepala sekolah di sebuah sekolah SMA yang ternyata menjajakan murid-murid perempuannya untuk melayani politisi daerah. Aksi ini kemudian diketahui oleh seorang anak murid perempuan yang baru ubah ke sekolah tersebut, Mirai (Kyoko Hashimoto).

Mirai kemudian kian meradang saat memahami kepala sekolah berikut termasuk sudah mempermalukan ayahnya (Yutaka Ikejima). Dengan kekuatan “Venus Crush” yang dimilikinya, Mirai kemudian bersumpah untuk membalas dendamnya kepada kepala sekolah.

  1. The Glamorous Life of Sachiko Hanai
    Berbeda bersama dengan film semi yang umumnya memiliki kesan gelap, The Glamorous Life of Sachiko Hanai justru tawarkan nuansa cerah dan kronologis yang memicu penontonnya bersemangat.

Film ini berkisah mengenai seorang soap girl (perempuan pekerja seks) bernama Sachiko yang secara tidak sengaja memandang transaksi gelap yang dilakukan geng Yakuza. Melihat perihal itu, Yakuza pun menembak mati Sachiko. Namun, bukannya meninggal, Sachiko justru hidup kembali bersama dengan kekuatan super. Nah, dari sini lah kisah seru Sachiko di mulai!

  1. Ambiguous
    Ambiguous adalah keliru satu film semi Jepang yang sempat terlibat kontroversi sebab tema utama yang diangkatnya, bunuh diri massal. Ya, film ini berkisah mengenai lima anak muda yang bertemu secara daring dan selanjutnya mengambil keputusan untuk bunuh diri bersama. Mereka lebih-lebih sudah memutuskan langkah bunuh dirinya masing-masing. Namun, bukannya konsep mereka berjalan lancar, mereka justru harus berhadapan bersama dengan sebuah masalah mengerikan tepat sebelum saat mereka bunuh diri bersama. Film ini sendiri memiliki kronologis cerita yang berat dan gelap yang di antaranya berisi adegan erotis.
  2. Wife to be Sacrified
    Wife to be Sacrified adalah sebuah film soft core Jepang yang disutradarai oleh Masaru Konuma. Film ini mengisahkan mengenai penyiksaan seksual berat yang dialami Akiko (Naomi Tani) sehabis memergoki suaminya Kunisada (Nagatoshi Sakamoto) tengah memirsa seorang anak kecil yang tengah membuang air kecil. Sang suami yang lama menghilang dan ternyata menjadi buronan masalah pelecehan seksual, menyekap Akiko di dalam sebuah gubuk di tengah hutan dan lakukan penyiksaan seksual berat kepadanya.
  3. A Snake of June
    Film karya sutradara Shinya Tsumakamoto ini disebut-sebut sebagai keliru satu film Jepang yang berisi adegan erotis terbanyak di dalam sejarah. A snake of June sendiri berkisah mengenai Rinko Tatsumi (Akasuka Kurosawa) yang bekerja sebagai konselor untuk panggilan percobaan bunuh diri di wilayah Tokyo. Ia memiliki seorang suami jauh lebih tua darinya bernama Shigehiko (Yuji Kohtari). Hubungan di antara Rinko dan Shigehiko tergolong jauh dari kata intim dan hal-hal berbau seksual.

Hingga suatu hari, Rinko menerima sebuah paket yang berisikan foto-fotonya dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Ia kemudian kembali menerima paket-paket misterius itu dari seseorang yang sama, yang mengaku sebagai klien lama Rinko dan tidak memiliki motif uang. Rinko, Shigehiko, serta penguntit itu kemudian terlilit di dalam sebuah permainan teka-teki yang menegangkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*