OpenLiteSpeed vs Nginx

jasa-setting-vps

OpenLiteSpeed adalah jenis web server baru yang meng-klaim memiliki performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan Nginx. Menurut hasil benchmark mereka sendiri, performa OpenLiteSpeed bahkan lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan Nginx.

Bagi kamu yang belum paham, web server adalah sebuah software yang diinstal di server kamu, yang berfungsi untuk menerima, memproses, dan mengirim kembali  HTTP requests. Untuk memproses HTTP, sebuah web server mungkin membutuhkan program tambahan seperti PHP untuk mengirim kembali prosesnya.

Perbandingan Ke Dua Web Server

perbandingan-litespeed-dan-nginx

Nginx sudah ada sejak tahun 2004, dan terkenal karena performanya yang sangat tinggi. Nginx awalnya dibuat sebagai load balancer dan reverse proxy, tapi karena prosesnya yang tinggi, Nginx menjadi semakin populer dan digunakan jutaan website di internet. Nginx terbagi menjadi dua jenis, Ngix opensource dan Nginx Plus yang berbayar.

LiteSpeed juga sama seperti Nginx, sebuah web server yang dirilis pada tahun 2003. Saat ini, LiteSpeed menduduki peringkat ke 4 di daftar web server paling populer di dunia. LiteSpeed sering disebut sebagai pengganti Apache karena kemampuannya membaca dan memproses .htaccess file. OpenLiteSpeed adalah versi opensource dari LiteSpeed dengan fitur yang terbatas.

Berbagai tes perlu dilakukan untuk melihat perbedaan kedua web server. Seperti server DigitalOcean dengan resource yang sama, lokasi server yang sama, tema default, Nginx dengan menggunakan EasyEngine, OpenLiteSpeed dengan menggunakan DigitalOcean marketplace dan tanpa CDN, Redis atau Varnish caching.

Hasil Tes

Ada beberapa tes yang digunakan untuk melihat web server mana yang lebih unggul, berikut hasilnya:

  • TTFB – waktu yang dibutuhkan browser untuk mendapatkan respon dari server. Hasilnya OpenLiteSpeed lebih cepat dibandingkan dengan Nginx, 50ms – 150 ms untuk wilayah remote. 50ms merupakan perbedaan yang cukup besar. Jika server dan pengunjung berada di negara yang sama mungkin perbedaan ini tidak terasa, tapi cukup besar bagi pengunjung dari negara yang berbeda.
  • Fully Loaded Time – waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh dan memproses semua request dari halaman website. Hasilnya, Nginx unggul 0.1 detik. Perbedaan ini disebabkan karena request yang dibuat oleh WP Rocket cache plugin lebih sedikit, sementara OpenLiteSpeed menggunakan LiteSpeed cachenya sendiri. Perbedaannya terlalu kecil sehingga bisa dibilang imbang.
  • Load Test – tes dengan teknik mengirim traffic yang tinggi dalam waktu yang singkat. Tes ini digunakan untuk melihat bagaimana sebuah web server merespon traffic tinggi atau ketika salah satu postingan di website kamu menjadi viral dan traffic melonjak. Dari 10 ribu request yang dikirim, dengan Nginx hampir 50% request timed out sedangkan OpenLiteSpeed hanya kehilangan sekitar 6%. Waktu respon juga lebih cepat dengan OpenLiteSpeed, hanya butuh 2.8 detik dibandingkan dengan Nginx 5.7 detik.
benchmark-nginx-dan-openlitespeed

Kesimpulan

Bisa disimpulkan bahwa OpenLiteSpeed lebih baik ketika berbicara tentang TTFB dan bisa menampung jumlah pengunjung yang tinggi dibandingkan dengan Nginx. OpenLiteSpeed menggunakan resource yang lebih sedikit dibandingkan Nginx, sehingga biaya server juga lebih murah.

Tidak hanya dalam performa dan biaya saja, ada alasan lain kenapa OpenLiteSpeed lebih baik daripada Nginx. Ada beberapa hosting provider besar yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan OpenLiteSpeed, seperti Closete.com, A2 Hosting, dan DigitalOcean. Dan seperti yang kami jelaskan sebelumnya, OpenLiteSpeed lebih bersahabat di kantong dari pada Nginx. Jika kamu ingin menggunakan OpenLiteSpeed, silakan hubungi jasa install VPS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*