Alasan di Balik Gangguan Kecemasan

Pernahkan kamu mendengar gangguan kecemasan? Atau kamu justru sering mengalaminya dan tak tahu bagaimana harus menghadapinya. Seorang peneliti telah menemukan jawaban yang menyebabkan terjadinya serangan panik atau gangguan kecemasan yang dialami oleh sebagian orang. Hal ini ternyata terjadi karena adanya pembangkit tenaga sel dan fungsi mitokondria yang terganggu.

Mitokindria menyediakan energi untuk fungsi seluler namun aktivitas ini dapat terganggu pada saat stress kronis mulai dialami yang mengarah pada gejala kecemasan.

Stress kronis sendiri biasanya diakibatkan oleh tekanan tinggi atau pun masalah yang terjadi seperti masalah berat yang tak bisa dihadapi.

Akan tetapi perlu diketahui tak semua orang yang mengalami stress akan mengalami gangguan kecemasan juga. Karena ada beberapa orang rentan terhadap kecemasan dan yang lainnya hanya mengalami stress biasa.

Penelitian untuk menemukan alasan mengapa seseorang mengalami gangguan kecemasan adalah dengan melakukan penelitian pada tikus yang mengalami gejala kecemasan dan depresi. Beberapa di antara tikus ini akan menghindari interaksi sosial setelah mulai mengalami stress tingkat tinggi.

Para peneliti mulai mencoba untuk melacak perubahan gen dan produksi protein yang ada di dalam otak untuk dapat merespon stress dan kecemasan yang dialami tikus tikus tersebut, akhirnya analisis yang dilakukan menunjukkan jika terdapat adanya perubahan di dalam mitokondria di dalam sel sel otak tikus ini yang sering terpapas stress berbeda dengan tikus yang normal atau tidak sedang mengalami stress.

Pengujian juga dilakukan pada sampel darah yang dikumpulkan dari pasien dengan gangguan panik serta menunjukkan perbedaan di dalam jalur mikokondria yang menunjukkan perubahan pada metabolisme energi seluler yang kemungkinan adalah cara yang umum dilakukan oleh hewan pada saat merespon stress yang dialaminya.

Sedangkan penelitian mengenai pengaruh stress tingkat tinggi pada fungsi pembangkit tenaga sel sendiri memberikan kesempatan pada penelitian baru mengenai penyakit yang memiliki kaitan erat dengan stress. Oleh sebab itu penelitian harus terus dilanjutkan untuk mengetahui penyebab perubahan mitorkondria yang dapat memberikan pengetahuan dasar mengenai molekuler dari gangguan panik dan juga gangguan kecemasan hingga stress yang dialmi oleh seseorang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*