Apakah Unicorn Memberikan Dampak Positif Untuk Perekonomian di Indonesia?

startup unicorn indonesia

Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga memunculkan iklim bagi para pelaku usaha digital di tanah air yang semakin subur. Seperti yang diungkapkan oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan, yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia. 

Bhima Yudhistira selaku pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), yang menyebutkan bahwa belum ada riset khusus mengenai kontribusi unicorn ke perekonomian Indonesia. Kendati demikian, unicorn mampu memberikan dampak positif dari sisi penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Dari sisi ketenagakerjaan dampaknya pun cukup besar. Jumlah pengemudi ojek online tembus 2 juta orang dan puluhan juta lainnya bekerja di sektor e-commerce baik sebagai produsen atau distributor,” ungkap Bhima Yudhistira.

Fakta Menarik Unicorn

startup unicorn indonesia

Lalu, faktor apa yang menjadi penghambat sejumlah unicorn di Indonesia tidak mau menjadi perusahaan terbuka atau menanamkan sahamnya di pasar modal? Adapun mengenai beberapa fakta menarik dari unicorn yang harus kalian ketahui seperti dibawah ini.

1. Memberikan Lapangan Pekerjaan

Go-Jek  membuka lowongan kerja driver dalam skala besar dimana sekitar dari 2 juta orang yang bergabung untuk menjadi ojek online. Menurut WIliam Tanuwijaya selaku CEO Tokopedia, yang menyebutkan bahwa ada sebanyak 5 juta orang bergabung dengan Tokopedia untuk memasarkan produknya. 

2. Membantu UMKM

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kehadiran e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia, telah menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produknya. Melalui situs e-commerece, para konsumen bisa membeli produk UMKM dengan mudah. 

3. Investasi Bernilai Tinggi

Tahukah kamu? bahwa Tokopedia, yang telah mendapatkan kucuran dana segar sebesar 1,1 miliar dollar AS atau yang setara dengan Rp 16 triliun pada Desember 2018 lalu lho. Ya, kucuran dana besar yang masuk ke Tokopedia tersebut bersumber dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group.

Selain Tokopedia, Go-Jek juga mendapat suntikan dana yang tak kalah besar dari Google, JD, Tencent, Mitsubishi Corporation, dan Provident Capital. Dikutip dari laporan TrechCrunch, yang menyebutkan bahwa nilai investasi yang diterima oleh Go-Jek pada seri F ini sebesar 920 juta dollar AS (Rp 13 triliun). 

Begitu pun dengan pihak Traveloka yang mendapatkan 500 juta dollar AS dari empat kali putaran pendanaan sejak 12 November 2012 silam lalu. Sedangkan pada putaran pendanaan terakhir yang dilakukan oleh Traveloka, yaitu terjadi pada tanggal 27 Juli 2017 dengan investor Expedia mencapai 350 juta dollar AS. 

4. Ekspansi Ke Negara Tetangga

Menurut informasi yang didapat, perusahaan  Go-Jek yang telah melakukan ekspansi ke beberapa Negara tetangga, mulai dari Vietnam, Singapura, dan Thailand. Bahkan, ia juga akan berekspansi ke Filiphina dalam waktu dekat. Begitu juga dengan perusahaan Traveloka yang telah beroperasi di Negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam. 

Seperti itulah beberapa fakta menarik dari unicorn yang jarang diketahui, sehingga bisa kamu jadikan sebagai penambah wawasan. 

Jika perusahaan kamu ingin berkembang sebaiknya kamu mencari penyokong dana untuk perusahaan kamu, ada banyak perusahaan yang menawarkan seed funding atau pendanaan awal, seperti alphaJWC yang dapat memberikan modal untuk perusahaan kamu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*