Jenis – Jenis Pestisida Tanaman Cabe

Jenis – Jenis Pestisida Tanaman Cabe – Menurut ilmu pertanian tanaman Cabai adalah salah satu jenis tanaman yang paling banyak disukai dan dibudidayakan dalam skala besar di Indonesia.

Hal ini disebabkan karena proses budidaya dan perawatan terhadap tanaman Cabai sangat mudah untuk dilakukan dimana ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya Cabai yaitu salah satunya adalah pengetahuan petani tentang beragam jenis pestisida disertai bahan – bahan aktif yang dikandung di dalamnya serta fungsi dari pestisida itu sendiri terhadap perbaikan tanaman Cabe.

Pestisida yang dimaksud adalah dikenal sebagai media pembasmi hama yang merupakan bahan untuk digunakan mencegah, mengendalikan, atau membasmi organisme pengganggu yang bersifat merugikan. Sasaran umum dari pestisida ini adalah Tikus, Gulma, Serangga, Mamalia, Cacing, atau Mikroba Pengganggu yang dianggap merugikan tanaman Cabe bersangkutan.

Mengapa petani perlu mengetahui tentang pestisida tanaman cabe ?

Seperti diketahui bahwa dalam proses budidaya Tanaman Cabai agar berhasil, tanaman bersangkutan tidak pernah lepas dari beragam jenis serangan hama dan penyakit yang bisa sewaktu – waktu merusak tumbuhan bahkan jika dibiarkan begitu saja maka akan menyebabkan hasil panen tidak maksimal.

Penggunaan pestisida pada tanaman Cabai haruslah diaplikasikan dengan cara bijaksana dengan memperhatikan kaidah – kaidah yang berlaku yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis atau konsentrasi, dan tepat tentang cara pengaplikasiannya.

Ini bertujuan agar menghindarkan kondisi ‘residu pestisida’ dalam jumlah besar terhadap buah Cabai nantinya sehingga dapat membantu menekan biaya – biaya produksi menjadi berkurang, meminimalisir adanya dampak terburuk terhadap kesehatan para pekerja kebun, dan tidak menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan sehingga petani wajib menguasai pengetahuan tentang pestisida.

Jenis – jenis pestisida berdasarkan atas fungsi atau sasaran dari pengaplikasiannya terhadap tanaman Cabai adalah sebagai berikut :

‘Fungisida’

Jenis pestisida ini berfungsi untuk mengendalikan penyakit yang rentan menyerang tanaman Cabai disebabkan oleh Jamur atau ‘Fungi’ / Cendawan. Berikut ini kami berikan contoh Fungisida yang biasa diaplikasikan untuk tanaman Cabai sebagai berikut :

1/’Kanmulus 80 WG’ dengan bahan aktif adalah ‘Sulfur 80 persen’. Adalah salah satu jenis Fungisida yang berwarna cokelat dan berbentuk butiran. Digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk buah / ‘Collectotrichum Capsici’.

2/’Alterna 90 WP’ dengan bahan aktif adalah ‘Ziram’ merupakan Fungisida kontak berbentuk tepung yang memiliki warna putih kekuningan bermanfaat untuk mengendalikan penyakit busuk pada daun Cabai (‘Phytophthora Sp.’).

3/’Cymoxil 50 WP’ dengan bahan aktif adalah ‘Simoksanil 50 %’ merupakan Fungisida kuratif dan protektif yang secara garis besar bekerja dengan cara ‘sistemik’. Berfungsi untuk mengendalikan beragam penyakit ‘Antraknosa’ pada tanaman Cabai.

4/’Conasol 50 SC’ dengan bahan aktif adalah ‘Heksaconazol 50 g/1’ dimana jenis Fungisida kontak dan sistemik ini adalah berbentuk cairan pekat dan memiliki warna putih. Berfungsi untuk mengendalikan penyakit ‘Antraknosa’.

‘Insektisida’

Beberapa serangga yang umum menjadi hama pengganggu pada tanaman Cabai adalah Lalat Buah, Belalang, Wereng, Kepik, Gangsir, Ulat Tanah, Kutu, Penggerek Daun, dan yang lainnya. Serangga ini merusak tanaman Cabai melalui daun, buah yang masih muda, pangkal batang dan bagian pucuk atau ujung tanaman dengan cara dimakan. Serangan hama ini akan menyebabkan hasil panen menjadi berkurang, tanaman tumbuh kerdil, daun tumbuh keriting, berbuah sedikit serta pertumbuhan tanaman yang agak terlambat. Untuk mengendalikannya anda bisa melakukan penyemprotan dengan mengaplikasikan insektisida yang berbahan aktif seperti ‘Abamektin’, ‘Karbosulfan’, ‘Fipronil’, dan ‘Imidakloprid’.

‘Herbisida’

Jenis pestisida ini adalah berfungsi untuk melenyapkan pertumbuhan gulma atau tanaman pengganggu lainnya pada budidaya tanaman Cabai yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Tanaman pengganggu yang dimaksud adalah meliputi rerumputan serta alang – alang, atau gulma yang dapat dimusnahkan dengan mengaplikasikan Herbisida dengan dicampur bahan – bahan aktif seperti ‘Ammonium Sulfonat’ dan ‘Pentaklorofenol’.

‘Nematisida’

Memiliki fungsi untuk memberantas dan mengendalikan hama yang bersarang di dalam tanah seperti ‘Nematoda’ atau dikenal secara umum dengan sebutan Cacing Tanah. Cacing ini dapat merusak bagian akar tanaman sehingga perlu dilakukan pengendalian agar agar tanaman Cabai kembali terlihat segar dan tumbuh dengan baik. Obat – obatan jenis Nematisida pada umumnya memiliki bentuk yaitu ‘DD’, ‘Vapam’, dan ‘Dazomet’.

‘Bakterisida’

Bahan – bahan atau ‘substansi’ yang diaplikasikan guna pengendalian penyakit pada tanaman Cabe sebagai akibat serangan oleh bakteri. Bakteri jenis ini dapat menyebabkan tanaman Cabe menjadi layu, membusuk, serta mulai tumbuh bintik – bintik pada permukaan bagian atas daun. Contohnya adalah ‘Bakterisida Agrept’, ‘Bactomicyn’, dan ‘Agrimicyn’.

Itulah penjelasan singkat tentang jenis – jenis pestisida tanaman cabe kami gambarkan dengan sederhana dari rangkuman berbagai sumber berita melalui artikel ini. Semoga bermanfaat !

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*