Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan

Sholat secara bahasa memiliki arti doa, karena memang bacaan sholat adalah terdiri dari serangkaian doa-doa. Silahkan baca arti bacaan sholat pada link tersebut untuk mempelajari lebih jelas.

Sebagai seorang Muslim, menjalankan sholat 5 waktu adalah wajib hukumnya. Ada beberapa syarat seseorang berkewajiban menjalankan sholat. Artinya, jika seseorang itu memenuhi kriteria ini, ia wajib menjalankan sholat.

Seseorang yang Diwajibkan Menjalankan Sholat

Berikut adalah beberapa kriteria seseorang diwajibkan menjalankan sholat:

1. Beragama Islam

Sholat hanya diwajibkan bagi mereka yang beragama Islam. Dan tidak diwajibkan bagi mereka yang tidak beragama Islam.

Kalo gitu, enak dong yang gak beragama Islam, gak diwajibkan sholat?

Orang yang belum beragama Islam berkewajiban mencari kebenaran. Dan jika orang itu benar-benar mencari kebenaran, maka ia akan menemukan Islam.

Sama seperti halnya orang yang mengerti hukum, kemudian ia terikat dengan hukum tersebut. Bukan berarti orang yang belum mengerti tidak tidak terikat hukum begitu saja, tetapi ia terikat dengan kewajiban mempelajari yang belum ia tahu.

2. Berakal

Selain beragama Islam, yang berkewajiban sholat selanjutnya adalah orang yang berakal sehat. Artinya, orang gila tidak berkewajiban menjalankan sholat.

3. Baligh

Tidak cukup hanya dengan Islam dan Berakal saja, tetapi juga harus Baligh, baru diwajibkan menjalankan sholat. Seorang balita da anak kecil yang belum nalar belum diwajibkan menjalankan sholat.

Ketiganya: Islam, Berakal dan Baligh ini dinamakan juga sebagai Mukallaf. Mukallaf artinya adalah orang yang dibebani/diberi tanggungan/diwajibkan.

Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan

Shalat Jamaah

Oke, selanjutnya kita bahas mengenai kewajiban ini. Sholat ini hanya sebagai kewajiban saja atau bagaimana.

Hukum menjalankan sholat memang wajib. Kita sebagai umat Muslim wajib menjalankannya. Tetapi kita dilarang mengerjakan sholat hanya sebagai kewajiban saja. Atau sebagai formalitas layaknya absen di kelas.

Meskipun wajib, tuntutan menjalankan sholat ini adalah murni dari hati karena merasa butuh, menjalankan dengan ikhlas, merasa rindu, layaknya sedang berbincang-bincang dengan Allah. Itulah hakikatnya sholat.

Memang, tingkatannya memang demikian. Pada fase awal adalah memaksa. Siapa yang tidak sholat ia layak dihukum. Namun pada fase berikutnya, kita dilarang hanya mengerjakan sholat karena merasa sebagai beban tanggung jawab saja.

Melainkan sebagai kebutuhan. Layaknya tubuh yang butuh maka setiap hari. Orang sakit yang tidak mau makan pun akan dipaksa untuk makan, sebagai kekuatan tubuhnya. Namun setelah ia sembuh dan nafsu makannya pulih, maka seharusnya tanpa dipaksa dengan sadar diri ia mau makan dan merasa butuh makan.

Jadi, posisikanlah sholat ini sebagai kebutuhan layaknya sebuah makanan.

Sumber Netsains

1 Trackback / Pingback

  1. Apa Keistimewaan Sholat 5 Waktu Bagi Orang Islam? – Affordablet

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*