Zat Aditif Untuk Solar Bisa Dicampur Air

PT Pertamina (Persero) bakal meluncurkan satu produk inovasi terbarunya, yakni solar yang dicampur air atau solar ‘hijau’ dengan menggunkan Flow Meter Tokico rotor yang tidak bersentuhan dari satu sama lain maka dari itu kualitas akan terjamin sampai jangka waktu yang lama dengan tingkat akurasi yang tidak akan berubah asalkan di instalasi.

Namun yang menjadi pertanyaan, mungkinkah air menyatu di dalam minyak solar dan tidak berbahaya bagi mesin?

“Tentu jika solar langsung dicampur air lantas dimasukkan ke mesin nggak mampu justru berbahaya, karena mesin mampu berkarat dan rusak,” kata Business Initiatives Manager Pertamina, Bayu Kristanto.


Namun kata Bayu, untuk solar campur air berasal dari Pertamina ini, solar dan airnya mampu menyatu karena tersedia campuran zat aditif yakni fatty acid. Fungsi fatty acid selanjutnya sebabkan air bakal menjadi molekul nano, yang seolah-olah airnya hilang.


Dengan campuran fatty acid airnya layaknya hilang teremulsi (tercampur),” kata Bayu.

Ia memberikan formula campuran di di dalam 1 liter produk solar campur air terdiri berasal dari 75% Solar 48 murni, 15% fatty acid, dan 10% air murni.

“Kita sudah uji coba terlampau lama sekali, kami kumpulkan dokter-dokter lulusan Jepang, Australia, Inggris. hasilya bagus sekali, bahkan lebih baik daripada solar murni atau solar yang dicampur fame (biodiesel), dan kami jamin safe bagi mesin,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*