Mengena Lebih Dekat Masjid Agung Palembang

1

Masjid Agung Palembang biasa disebut juga dengan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I, merupakan masjid terbesar di kota Palembang, Sumatera Selatan. Masjid Agung Palembang luasnya ± 15.400 m2. dan terletak menghadap Sungai Musi.

Masjid ini dikelilingi oleh pagar dari barat, timur dan selatan halaman dan ada pintu masuk ke halaman masjid. Halaman luasnya ± 2.250 m2 dan digunakan untuk shalat Jumat dan hari raya (shalat Idul Fitri). Masjid ini terdiri dari ruang utama, lobi, dan bangunan tambahan.

Bentuk lantai utama ruangan adalah persegi, berukuran 23 x 23 m. Lantai berlapis karper berwarna hijau. Ruangan dikelilingi oleh dinding di keempat sisinya. Terdapat jam digital masjid. Dinding ketiga adalah dinding sisi utara, timur dan selatan masing-masing memiliki sembilan gerbang dibagi menjadi tiga kelompok.

Setiap kelompok terdiri dari tiga pintu. Pintu depan terletak di tengah dan dua lainnya yang berada di kedua sisi kanannya.Pintu utama di tengah pengukuran 4 m di ketinggian dan diapit dengan mengukur pintu 3,5 m tinggi. Pintu yang terkandung dalam masjid tanpa pintu dan bagian atas lapisan melengkung seperti berlapa menjahit. Pintu utama ketiga diapit lagi oleh gerbang ketiga dengan tinggi kiri dan kanan 3 tempat m dari bentuk sederhana dari pintu tengah.

Di dinding barat, ada empat jendela, masing-masing berukuran 3 x 1 m. Jendela ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah yang terdiri dari dua bagian. Bagian atas dari panel kaca, sementara bagian bawah kayu dipotong dan dilengkapi dengan kisi-kisi kayu. Di kamar tidur utama, ada 16 tiang dua belas pilar empat kutub (orangutan) dan 12 utama balok atap Mast segi delapan bawah porseim tinggi dilapisi dengan meter. Di atas ornamen porselen tumpal polos hijau gelap. Tiang penopang dan bentuk dekoratif dan tiang, tetapi lebih kecil.

Mihrab yang digunakan sekarang bentuknya lebih kecil daripada yang lama dengan coklat empat tiang gelap bulat dengan gelang-gelang emas dihiasi bahagian atas dan bawah, serta ladang anggur dan daun emas. Dinding belakang terdapat ukiran kaligrafi mihrab dual Muhammad (Muhammad Bertangkup) .Semua hiasan emas dan kaligrafi. Pada kemuncak mihrab ia membentuk Simbar. Di dalam bilik, terdapat kabinet lama dan perpustakaan untuk meletakkan Al-Quran dan buku-buku agama lain. Saiz bilik 8,6 x 3,6 m dengan pintu di sebelah utara dan depan terdapat tangga dengan enam anak tangga. Ruang mihrab mempu luar model bumbung lama bumbung masjid. Bert-kat bentuk piramid dengan dua ukiran bunga di setiap penjuru. Di bahagian atas bumbung dihiasi dengan labu double.

Di sebelah utara tempat kudus terdapat kerusi dan tangga di hadapan dengan enam langkah batu. Terdapat tangga pada kotak dihiasi bermain tangga dengan lubang kecil di tengah-tengah. emas perhiasan. Sebahagiannya, terdapat dua tiang segi empat tepat, coklat dengan bunga dan sulur paut. Bahagian atas tiang berbentuk melengkung dan dihiasi dengan Simbar distilir dengan bunga dan sulur paut dan diapit oleh dua bulatan. Di podium, terdapat juga tiang segi empat tepat yang menyokong ruang atas dan bahagian atas jahitan teratai berbentuk tiang. Tiang di atas sebelah kiri dan yang berkaitan betul dengan gerbang dan bunga dihiasi line. Kemuncak pendirian adalah tiang besi dengan dua bendera hijau tertulis dengan huruf Arab. Pada dinding terdapat alur perhiasan dan baris octagon bujur dengan lubang di tengah-tengah dan membentuk kawasan segi empat tepat dengan garis hiasan yang mempunyai bingkai.

Masjid Agung Palembang mempunyai bumbung pada tiga peringkat dan bahagian atas berbentuk piramid penggantian dengan hiasan Jural. Masjid kepala berbentuk tunas bunga (pengaruh Cina).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*